Membuat novel, pertamanya aku pikir cuma perlu mengarang. membuat karakter, memilih setting, membuat plot, menambahkan kata kata indah. Sudah.
Namun bersama berlalunya waktu, ternyata aku merasa tidak yakin dengan karakter karakter yang aku ciptakan. aku merasa tidak yakin apakah setting yang aku buat itu tepat, walau sesungguhnya aku tahu diriku sedang mengarang. Arti umumnya apapun boleh aku tulis.
Dari ketidakyakinan tersebut, aku mulai mencari buku, apa saja yang bisa memberi dukungan pada karakter dan setting tempat, setting sosial, budaya dan politik.
Buku buku psikologis juga aku baca untuk menyakini bahwa konflik yang aku ciptakan akan wajar menimbulkan efek kejiwaan pada karakter yang ada dalam novel ini.
Aku juga baca buku sejarah, arsitektur Bali, karena settingnya di Bali.
Aku juga baca buku tentang tari dan penari Bali. Juga membaca bagaimana tari Bali, khususnya tari Legong itu dipelajari.
Idiom idiom lokal dalam pergaulan masa itu, karena novel ini setting tahunnya Bali di era 60-an. Aku usahakan dapat bukunya, walau susah mencarinya.
Juga bagaimana menuliskan adegan seks, tanpa kesan vulgar tapi tetap eksotis dan magis. Aku pelajari juga dari buku dan internet.
Jadi dari banyak buku aku baca, lahirlah satu buku novel ini, yang aku kasih judul Ayu Manda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar